Pertemuan Tim Teknis Analisis Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi Provinsi dan Kab/Kota se Jawa Barat

Dalam rangka memantapkan persepsi dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Tim SKPG Provinsi dan Kabupaten/Kota se Jawa Barat dalam menganalisis situasi pangan dan Gizi, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi (DKPP) Jawa Barat melaksanakan pertemuan Tim Teknis SKPG Provinsi dan Kabupaten/kota Tahun 2019, bertempat di Travello Hotel Setiabudhi No. 268. Kota Bandung, Rabu-Kamis (20-21/03).

Kegiatan Pertemuan dibuka oleh sambutan dari Koesmayadie, TP., selaku Kepala Dinas DKPP Provinsi  Jawa Barat. Pertemuan dihadiri oleh aparat yang menangani ketahanan pangan Kabupaten/Kota se Jawa Barat. Acara dilanjutkan laporan panitia penyelenggara oleh Bambang Irianto, selaku Kepala Seksi Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan pada DKPP Provinsi Jawa Barat.

Dalam sambutannya Yadi menjelaskan bahwa, kegiatan pertemuan Tim SKPG dimaksudkan untuk melakukan pengkajian data SKPG dari setiap Kabupaten/Kota serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Tim SKPG Kabupaten/Kota se Jawa Barat dalam menganalisis situasi pangan dan gizi.

Hari Kedua, acara dilanjutkan pemaparan materi dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian oleh Ibu Lili Triatni Siregar Tentang Penyusunan Analisis Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) secara manual dan menggunakan aplikasi. Materi yang disampaikan adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai negara yang memiliki keragaman agro ekosistem, sosial budaya, pangan dan kerentanan terhadap bencana alam yang cukup tinggi, berbagai wilayah di Indonesia memiliki potensi mengalami kerawanan pangan kronis maupun transien. Oleh karenanya, kewaspadaan dini terhadap kemungkinan rawan pangan sangat diperlukan untuk mencegah dampak buruk kerawanan pangan berakibat lebih fatal pada terjadinya rawan gizi. Penguatan implementasi Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) menjadi sangat relevan terhadap hal tersebut.
  2. Kegiatan SKPG dilaksanakan melalui pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, analisis, dan penyebaran informasi situasi pangan dan gizi. Hasil analisis SKPG diharapkan sebagai dasar pelaksanaan investigasi untuk menentukan tingkat kedalaman kejadian kerawanan pangan dan gizi serta intervensi di lokasi rawan pangan.

Selanjutnya, pertemuan ditutup pada pukul 12.30 WIB oleh Kepala Seksi Ketersediaan dan Kerawanan Pangan pada DKPP Provinsi Jawa Barat, Ir. Bambang Irianto, S. Pd., M. Pd. (Ryan Noordiansyah/DKP Kabupaten Indramayu)

Facebook Comments