Posted on

DISKOMINFO INDRAMAYU – Luncuran program Dokter Masuk Rumah (Dokmaru) menjadi salah satu program unggulan 100 hari kerja kepemimpinan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Nina Agustina-Lucky Hakim, mulai dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bahkan Program Dokmaru telah menjadi Ikon dari 10 Program Unggulan yang baru berjalan tiga bulan itu.

Harus diakui, Program Dokmaru merupakan inovasi yang luar biasa, hadir di saat masyarakat ingin mendapat perhatian ekstra dari pemerintah. Dalam waktu tiga bulan saja, sistem pelayanan kesehatan masyarakat melibatkan Tim Cepat Tanggap Public Safety Center (PSC) 119 dan call center 081-119-119-444, telah menangani 380 laporan di masyarakat. Ini berarti, tiap bulannya ada 126 laporan yang masuk ke program Dokmaru.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, mengatakan, animo masyarakat terhadap pelayanan program Dokmaru yang menjadi prioritas kepemimpinan Bupati Indramayu Nina Agustina, memberikan dampak positif bagi peningkatan pelayanan kesehatan.

Ia mengaku, seluruh Pusat Pelayanan Kesehatan (PKM) di 49 Puskesmas sudah bergerak menjalankan program unggulan Visi Indramayu Bermartabat, kendati masih ditemukan hal teknis yang masih butuh penyempurnaan pelaksanaan di lapangan. Namun secara prinsip, adanya program tersebut sudah bisa diikuti oleh seluruh PKM bekerjasama dengan kecamatan dalam hal tindak lanjut dari laporan masyarakat atas sebuah kasus yang ditemukan di lapangan.

“Sampai dengan bulan April kemarin tercatat masih ada yang coba-coba atau laporan palsu dengan menghubungi operator PSC 119 namun saat tim turun di lapangan tidak ditemukan alias Hoak,” katanya saat dihubungi, Kamis, (20/5/2021).

Menurutnya, dari laporan yang sudah ditindaklanjuti oleh Tim Dokmaru, telah berhasil dilakukan penapisan oleh PSC 119 sebanyak 326 kasus. Termasuk langkah Tim Dokmaru yang ditindaklanjuti masuk dalam kategori Gawat Darurat (Gadar) sebanyak 23 peristiwa, non Gawat Darurat sebanyak 207 peristiwa serta permintaan ambulance sebanyak 5 peristiwa.

Ia menjelaskan, dari proses penerimaan atau input PSC 119 meminta informasi kepada pihak Rumah Sakit sebanyak 1 peristiwa, sementara yang diperoleh dari info lainnya sebanyak 90 kasus.

Sementara itu, Bupati Indramayu, Nina Agustina, mengatakan, program Dokter Masuk Rumah (Dokmaru) tidak akan berhenti sampai dengan selesainya masa 100 hari kerja saja, tetapi kedepan akan terus diberlakukan melalui evaluasi dan peningkatan kinerja secara baik dan dapat memberikan kepercayaan kepada masyarakat dalam mewujudkan Visi Indramayu Bermartabat.

Ia menegaskan, program Dokmaru adalah ikhtiar dan upaya Pemkab Indramayu dalam meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) sektor kesehatan melalui upaya agar seluruh masyarakat dapat memperoleh pelayanan dasar kesehatan secara baik, kendati saat ini sudah ada 49 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Namun dari hasil kajian yang telah dilakukan selama ini, program Dokmaru dinilai sebagai terobosan dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.

“Dengan kondisi masyarakat sehat, maka dapat menekan beban biaya hidup, yang seharusnya untuk berobat ke dokter, dengan menghadirkan dokter biaya itu dapat dialihkan untuk keperluan beban hidup lainnya,” tuturnya.

Nina menambahkan, perjalanan Dokmaru yang merupakan luncuran program pro rakyat harus didukung oleh semua pihak melalui peran serta memberikan informasi yang sebenarnya sehingga dapat terlaksana dengan baik. (MC/Aa Deni/Dedy-Diskominfo Indramayu)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan