Posted on

Bukan suatu hal yang kebetulan apabila peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh setiap tanggal 20 Mei berdekatan dengan program 100 haripertama Bupati Indramayu Nina Agustina. Dua peristiwa besar ini sarat makna, khususnya bagi masyarakat Indramayu. Apalagi tema Harkitnas sekarang adalah: Bangkit! Kita Bangsa Yang Tangguh. Pastinya kita berharap, Indramayu juga bangkit untuk mengejar ketertinggalannya, untuk menjadi kabupaten yang tangguh di Provinsi Jawa Barat.

Kebangkitan Nasional merupakan peristiwa besar bagi bangsa Indonesiakarenamenjadi ruh perlawanan terhadap hegemoni penjajahan, serta pasca kemerdekaan menjadi inspirasi pelaksanaan pembangunan bangsa.Begitu pula dengan program 100 Hari Kerja Bupati Nina. Hal ini menjadi peristiwa besar dalam lingkup lokal, karena menjadi tonggak awal perubahan diIndramayu.

Sebagaimana diketahui, sejak ditetapkansebagai Bupati dan Wakil Bupati Indramayu pada akhir Februari yang lalu, Nina-Lucky langsung tancap gas sejak di hari pertama ia menjabat. Tidak lama setelah dilantik, lahirlah 10 Program Unggulanyang diluncurkan pada 9 Maret 2021.

10 Program Unggulan, I-Ceta (Indramayu Cepat Tanggap); Le-Dig (Lebu Digital); De-Kat (Desa Kabeh Terang); A-Lur (Alun-Alun Rakyat); Dok-Maru (Dokter Masuk Rumah); Pe-Ri (Perempuan Berdikari); Kruw-Cil (Kredit Usaha Warung Kecil); Bersu-Ling (Berjamaah Subuh Keliling); Ja-Ket (Kejar Paket); dan La-Da (Lacak Aset Daerah) itu, dapat dikatakan sebagai instrumen akselerasi pembangunan di Kabupaten Indramayu yang berpijak pada visi Indramayu Bermartabat serta misi Sapta Nata Mulia Jaya guna meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indramayu.

10 Program Unggulan itu menjadi bukti keseriusan Bupati Nina dalam membangun Indramayu. Di 100 hari pertamanya, banyak manfaat yang telah dirasakan masyarakat, terutama pada masyarakat bawah. Bila dikaji lebih seksama, 10 Program Unggulan itu terbagi dalam tiga indikator IPM, yakni Indeks Pendidikan (Ja-ket). Indeks Kesehatan (Dok-maru), serta Indeks Daya Beli (Kruw-cil, Pe-ri, Le-dig, dan De-kat). Sisanya (I-Ceta, Alur, Bersu-ling, La-da) sebagai faktor pendukung dan penguat dari ketiga indikator tersebut guna mendorong naiknya IPM di Indramayu.

Peringatan Harkitnas menjadi momentum pembenahan bagi Indramayu. Dalam bidang pemerintahan misalnya, pembenahan dilakukan secara fundamental, terutama di wilayah pelayanan publik yang menjadi inti dari penyelenggaraan pemerintahan.

Hasilnya bisa dilihat secara kasat mata. Kini seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Indramayu wajib membuat infografis yang dipasang di kanal-kanal media sosialnya (Facebook, Instagram, dan sejenisnya) masing-masing, dilengkapi dengan Call Centre, juga aplikasi-aplikasi pendukung lainnya untuk pelayanan publik, plus saluran pengaduan publik. Media sosial menjadi saluran komunikasi dua arah antara pemerintah dengan masyarakat.

Infografis berfungsi untuk memberi informasi jenis-jenis pelayanan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi), karena tidak semua masyarakat Indramayu mengetahui Tupoksi perangkat daerah secara detail. Dengan adanya Infografis, memudahkan masyarakat dalam berhubungan/berurusan dengan perangkat daerah sesuai kebutuhannya. Bahkan bila masyarakat tidak puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh perangkat daerah tersebut, masyarakat dapat mengadu ke saluran pengaduan yang tersedia, yang juga masuk dalam 10 Program Unggulan, yakni Program I-Ceta (Indramayu Cepat Tanggap).

Program I-Ceta. Program yang digawangi oleh Diskominfo Indramayu,sejak Bulan Maret sampai sekarang (Red: 21/05/2021), sudah menampung 170 aduan. Sementara yang masuk melalui Direct Massage (DM) Facebook Diskominfo sebanyak 118 aduan, sedangkan DM ke Instagram Diskominfo 71 aduan, serta melalui aplikasi sebanyak 38 aduan.

Pada Program Jaket, Dinas Pendidikan Indramayu telah menggratiskan biaya pendidikan Kejar Paket A, B, dan C untuk 4.972 pesertanya. Kini, peminat Kejar Paket A, B, dan C membludak. Sampai berita ini diturunkan, sudah ada 6.207 calon peserta program Jaket. Ini berarti ada kenaikan sampai 20 persen dari tahun sebelumnya.
Sehari menjelang peringatan ke-113 Tahun Hakitnas (Red: 19/05/2021), pagar di Alun-Alun Indramayu dibongkar. Pembongkaran ini masuk dalam Program Alur (Alun-Alun Rakyat). Dengan dibongkarnya pagar Alun-Alun, diharapkan tidak ada lagi sekat atau jarak antara pemimpin dengan rakyatnya.

Program Kruwcil sangat membantu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), karena dapat mengambil kredit tanpa bunga. Pelaku UMKM hanya terkena administrasi saja. Dalam 3 bulan terakhir, Tim UMKM Kabupaten Indramayu bersama Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Indramayu mendata, sudah ada 5 kelompok pelaku UMKM yang mendapat manfaat dari program ini.

Dari semua program itu, yang paling populer dan fenomenal adalah Program Dokmaru (Dokter Masuk Rumah). Sejak digaungkan 3 bulan yang lalu, program Dokmaru dengan Nomor Hotline 119 dan 081119119444 paling banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indramayu. Data Dinas Kesehatan menyebut, sampai saat ini sudah ada 380 kasus yang masuk dengan rincian 326 kasus sudah ditangani Dokmaru dan sisanya adalah hoax.

Melalui akun Instagramnya, Bupati Nina menghimbau kepada seluruh Camat se-Indramayu agar dapat menyatukan frekuensi dengan 10 program yang sedang dilaksanakan, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat dari program tersebut. Tentunya himbauan ini berlaku juga untuk seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkungkan Pemkab Indramayu.

Selamat Memperingati Hari Kebangkitan Nasional tahun 2021.
Indramayu Bangkit, Indramayu Bermartabat
(Tim/Diskominfo Indramayu)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan